Pernyataan Sayang


Setelah beberapa lama aku mencoba namun tetap saja dingin, pada akhirnya aku berhenti untuk memberikan suatu gencatan yang baru untuk memperoleh hatinya. Iya pada saat itu adalah liburan smester sudah di mulai, aku memberanikan diri untuk mulai menghubunginya dengan alasan aku mempunyai suatu event yang diadakan di Solo. Dan aku meminta bantuanya untuk menjadi salah satu panitia di acara itu. Dia pun mau karena dengan alasan suatu organisasi sangat bagus untuk perkembangan perkuliahanya. Disitu aku mulai berkomunikasi dengan dia lagi, dia begitu antusias untuk mengikuti dan berpartisipasi membantu acara ini hingga selesai.
Pada saat selang kita mempersiapkan acara tersebut, kita ada beberapa waktu untuk mengobrol berdua saja. Dan pada saat bertemu itu dia selalu membicarakan seorang cowok yang sedang dekat ama dia. Ternyata itu juga mejadi salah satu alasan mengapa dia tidak merespon pesan dari saya. Saat itulah aku mulai ingin sekali menyatakan rasa sayangku kedia.

Sabtu, malam minggu aku memberanikan diri untuk mengajak dia jalan ke sebuah departemen store ternama di Kota solo. Aku brmaksud untuk menyatakan rasa sayangku ke dia. Pada akhirnya aku berani dan aku menyatakan itu di depan dia. Dia pun tercangang dan mengatakan, sejak kapan kamu mempunyai rasa itu??? Aku menjawabnya , sejak aku duduk di bangku kelas 2 sd aku selalu mengamatimu dan menginginkanmu sampai sekarang. Dia msih tidak percaya, sampai dia mengatakan  “ Buktikan rasa sayangmu ke aku, Kalau memang kamu benar – benar menyayangiku “ aku ingat sekali pada saat itu aku duduk di sebelah mana dan aku makan apa. Karena dia aku tawarin makan menolak. Setelah kita ngbrol lumayan lama, kita memutuskan untuk pulang. Namun saat lewat di salah satu kios photo dia berhenti sejenak dan mengatakan “ Fotobox yuk mau ga? “ aku pun dengan masih canggung dan malu mengatakan iya. Foto itu masih aku simpan saat ini walaupun mungkin sudah tidak bagus lagi dilihat karena sudah lama dan pernah terkena air. Setelah melakukan foto box kita langsung pulang menuju rumah wanita idaman ku itu.
Besok nya adalah hari dimana kita harus kumpul semua anak – anak event untuk mematangkan tugas. Kita berkumpul dan membahas apa saja yang akan kita lakukan nanti pada saat event itu. Disitu saya terlihat sangat bersemangat, karena ada seseorang yang aku sayangi di sampingku. Saking semangatnya sampai lupa kalau memang pada saat itu aku masih mempunyai seorang pacar. Aku tidak tahu apa caraku salah atau benar. Namun daripada menyakiti semua mending satu saya lepas demi kekasih idamanku ini. Aku bukan Playboy namun aku memegang prinsip suka sama wanita satu ini. Aku cinta sama dia dan aku ingin menikahinya itu impianku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar