Terulangnya Pertemuan


Saat itu, saat panas terik berada tepat diatas kepala. Aku akan menghadiri suatu latihan band di daerah solo baru. Aku menggunakan motor untuk menuju ke tempat latihan band itu. Di rengah perjalanan yang amat jauh antara rumah aku dengan tempat latihan itu, di perjalanan setelah aku meninggalkan rumah , aku selalu memikirkan seseorang . Aku tidak tahu kenapa pikiran itu tiba – tiba muncul dengan jelasnya. Saat itu aku kuliah smester satu di suatu perguruan tinggi swasta. Dan status hubungan saya adalah mempunyai pacar. Tidak habis habisnya saya memikirkan seseorang itu , yang tidak lain adalah teman sd ku yang dulu aku suka.

Perjalanan udah  lumayan jauh dari rumah saya. Dan tidak pernah saya ingin melewati jalan ini, jalan yang jarang sekali aku lewatin , hampir tidak pernah lebih jelasnya. Namun hati ini kuat sekali untuk melewati jalan ini. Entah apa yang membawa saya untuk jalan di jalan itu. Lampu merah menghentikan gerak motor aku. Sambil berfikir kenapa saya melewati jalan ini. Setelah beberapa detik saya berhenti lampu hjau mulai menyala tanda saya harus berjalan lagi. Hampir 400 meter saya berjalan menuju arah barat dari lampu traffic light tadi saya melihat sosok wanita yang seperti pernah saya kenali. Dia berjalan sehabis menyebrang jalan dan berjalan di trotoar jalan besar. Mengenakan jaket dan membawa bantal. Aku seperti mengenali wanita itu dan aku yakin sangat mengenalinya. Aku terus melanjutkan perjalanan, namun setelah 100m aku berjalan, ada keinginan aku untuk membalikan arah motor aku dan ingin membuktikan bahwa aku sangat mengenali sosok wanita itu.
Aku membalikan arah motorku dan mencari dimana wanita itu berada tadi. Dia masih berjalan dan aku dekatin wanita itu. Aku menyapanya “ Anggun “ dia terdiam dan selayak tak mengenali aku, karena pada saat itu aku menggunakan helm dan mungkin secara penampilan aku sudah mempunyai rambut yang gondrong, berbeda dengan dulu jaman sd aku yang gundul. Dengan masih terdiam dia mencoba berkata “ siapa ya?” dan aku menjawab lagi “ Bintang, temen SD kamu dulu, ga inget ya?” dan dia mulai mengigat “ oh, Bintang Samudra ya? Wah sekarang kamu dimana?” Obrolan singkat pun terucap dipinggir jalan raya yang sangat ramai dan berisik. Pada akhirnya saya megajak pulang bareng karena setau saya dan seinget saya rumah anggin ini searah dengan tujuan saya latihan band.
Dia mengatakan “ Ga usah, jangan deh aku ga bawa helm “ Dengan lantang aku bilang “ ayolah cuman situ aja, gpp lagi ga bawa helm “ dengan aku jelasin dan aku berkata sambil mempercayakan dia kalau tidak akan terjadi apa – apa kalo bareng. Akhirnya dia membonceng saya untuk pulang kerumahnya. Mungkin sekitar 5 menit kami udah sampai rumah si anggun. Di depan rumah kami sedikit mengobrol tentang perkuliahan. Dia sekarang kuliah di Perguruan tingg negri di Kota Semarang dan mengambil jurusan ekoomi. Akhirnya kami bertukar no handphone. Setelah beberapa menit Ibunya Anggun pun keluar dan menemui kami, sambil mengingat siapa saya. Hari ini indah kataku sambil menyalakan motor dan meneruskan perjalanan saya untuk latihan.
Sesampai di tempat latihan aku tersenyum sendiri dan ingin mencceritakan kepada teman – teman ku kalau aku habis bertemu pujaan hatiku semasa SD, hhe ketawa kecil dari aku terlihat beda olah teman – teman. Latihan pun di mulai aku merasa sangat semangat untuk memainkan musik. Pada akhirnya setelah latihan selesai aku mulai menceritakan kepada salah satu temanku. Dan katanya ko bisa bertemu gitu aja? Udah di atur tu pasti ama yang di atas.
Setelah kami latihan kami pulang dan makan malam , di tengah makan malam itu aku memberanikan diri untuk mengirim sms ke teman sd ku tadi. Walaupun tidak seperti yang aku inginkan , tapi cukup untuk memberi kesan cinta yang dulu pernah tumbuh pada masa itu.
Hari ke hari selalui aku lewati dan berubah hari. Aku masih tetap ingin memberikan kesan betapa aku menyayanginya. Walaupun secara pandangan pertama setelah itu , namun dulu rasa itu pernah muncul begitu kuatnya. Respon dia pun tetap dingin dimana aku tetap di cuekin dia, mungkin memang dia begitu sibuk dengan kuliahnya atau memang tidak mengharapkan aku untuk mendekatinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar